Jelang Arsenal vs Napoli, Wenger Puji Benitez

TEMPO.CO , London – Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, melontarkan pujian kepada arsitek Napoli, Rafa Benitez, menjelang pertemuan kedua tim dalam laga Liga Champions Grup F di Emirates Stadium, Selasa (1/10) atau Rabu dini hari WIB.



Wenger menyebut pelatih asal Spanyol itu telah bekerja dengan baik saat menjadi pelatih sementara Chelsea musim lalu.



"Ia pelatih kelas dunia," kata Wenger. "Ia telah membuktikan itu. Jadi, saat kita berhadapan dengan tim-tim asuhannya, kita tahu segalanya akan selalu sulit."



Benitez diangkat sebagai pelatih sementara Chelsea menggantikan Roberto Di Matteo pada November 2012. Tapi, ia tak pernah diterima oleh publik Stamford Bridge yang telah menganggapnya sebagai musuh utama selama ia menangani Liverpool (2004-2010). Meski begitu, Benitez tetap menjalankan tugasnya dengan baik dengan membawa The Blues menjuarai Liga Europa dan finis di posisi 3 Besar Premier League musim lalu.



"Orang-orang di sana bersikap terlalu keras kepadanya karena mereka tak menyangka ia akan bergabung dengan Chelsea. Tapi, ia bekerja dengan sangat baik dan mampu menghadapinya. Pada akhirnya, seiring berjalannya waktu, publik akan menyadari bahwa ia telah bekerja dengan baik."



Arsenal dan Napoli sama-sama memenangi laga pertama mereka di Liga Champions sehingga berbagi tempat di puncak Grup F. Arsenal menekuk tuan rumah Olympique Marseille 2-1 dan Napoli mengalahkan tamunya, Borussia Dortmund, dengan skor yang sama.



"Kami berada di grup yang berat. Jika kita melihat tim-tim di dalamnya - Marseille, Dortmund, Napoli, dan kami – semuanya bersaing di papan atas di liga masing-masing dan berasal dari negara sepakbola yang besar. Kita tahu laga-laga kandang akan sangat menentukan dalam grup yang berisi tim-tim berkualitas seperti ini,” kata Wenger.



"Laga-laga kandang kami sangat penting. Setelah meraih satu kemenangan tandang, jika kami memenangi semua laga kandang, kami bakal lolos. Jadi, mari kita mulai besok, selangkah demi selangkah. Jangan bicara terlalu banyak, yang penting memenangi laga berikutnya."






SOCCERNET | A. RIJAL